Panduan Menanam Pare Skala Bisnis Hasil Melimpah

0
550
views
cara menanam pare

Caraku.ID Bisnis Budidaya – Tanaman Pare atau Paria mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, perawatan mudah dan cepat, serta cocok di segala musim. Maka tak heran jika petani banyak petani membudidayakan tanaman rasa pahit ini dalam skala bisnis.

Tanaman pare masuk ke kelompok labu-labuan (Cucurbitaceae) tumbuh dengan cara merambat dan karakter buah memanjang-runcing, serta permukaan bergerigi.

Tanaman ini tidak membutuhkan pencahayaan tinggi, serta dapat tumbuh di dataran rendah – tinggi.

Buah pare diolah menjadi sayuran, dan juga berfungsi sebagai pengobatan penyakit. Di negara Asia, seperti Jepang, china, dan korea, tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat pencernaan, stimulan, dan merangsang mual muntah.

Pada kesempatan ini, Caraku.ID memfokuskan pembahasan pada cara budidaya tanaman pare agar hasil melimpah. Baca terus untuk mendapatkan jawabannya.

Syarat tumbuh optimal

Tanaman pare bisa tumbuh dimana saja, baik itu di pekarangan rumah, ataupun di perkebunan. Dasar ketinggian dimulai dari 0 sampai >1000 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL).

Jenis tanah tempat tumbuh optimal yakni di kisaran 4 – 7 pH, dengan dasar tanah bertekstur gembur dan humus. Ini berfungsi untuk menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman.

Analisis potensi budidaya pare

Pare sangat potensial dijadikan bisnis dalam bentuk budidaya. dalam 1 hektar lokasi, tanaman ini bisa menghasilkan puluhan juta-sampai ratusan juta rupiah.

Sebelum memulai budidaya pertanian pare, simak dulu analisis keuntungan skala 1 hektar yang bisa Anda peroleh berikut ini.

Biaya

Perlengkapan

  • Pengadaan bibit 150 bungkus x 30rb = Rp 4.500.000
  • Penyiapan lahan = Rp 2.000.000
  • Perlengkapan
    • Mulsa 4 roll  x 650.000 = Rp 2.600.000
    • Bambu 100 batang = Rp 2.500.000
    • Pelengkapan lain = 1.500.000

Pupuk

  • NPK 16-16-16 2 sak x 500.000 = 1.000.000
  • NPK Phonska 5 sak x 120.000 = 1.100.000
  • Pupuk kandang 1 ton = 500.000
  • Pupuk kalsium = 500.000
  • Pupuk daun dan buah = 500.000

Pestisida

  • Fungisida = 1.000.000
  • Insektisida = 1.000.000

Karyawan

  • 2 orang x 1.500.000 x 3 bulan = 9.000.000
  • Biaya lain = 2.000.000

Total investasi = Rp 29.700.000

Estimasi pendapatan

1 bungkus benih pare berisi 50 biji x 150 = 7500 biji (pohon). Estimasi tumbuh 85% = 6375 pohon. Setiap tanaman bisa menghasilkan rata-rata 3-5 kg. harga per kg buah pare rata-rata Rp 4.000

  • 6375 x 3 kg = 19.125 kg
  • 19.125 kg x 4.000 = Rp 76.500.000

Keuntungan = 76.500.000 – 29.700.000 = 46.800.000

Selama proses budidaya dimulai sampai panen berakhir berkisar 3 bulan, jumlah keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 46.800.000.

Dapat dikatakan budidaya pare sangat layak untuk dilakukan dalam skala bisnis.

Selanjutnya, mari Kita mulai mempelajari bagaimana proses budidaya pare agar hasil melimpah bisa diperoleh.

Penyiapan Benih

Awal mula bertanam pare dimulai dengan penyiapan benih. Penting untuk menentukan jenis bibit berkualitas, agar ketahanan penyakit, pertumbuhan serta buah yang diperoleh melimpah.

Caraku.ID menyarankan agar menggunakan benih yang sudah tersertifikasi, yaitu diperoleh di toko pertanian. Benih jenis ini telah dijamin kemurnian, daya tumbuh, prediksi hasil panen, serta ketahanan penyakit.

semai benih

Penyiapan tempat semai

  • Siapkan polibag ukuran kecil (ukuran 6 – 8)
  • Siapkan tanah gembur dan pupuk kandang (perbandingan 3:1)
  • Campur tanah dan pupuk kandang
  • Masukkan kedalam polibag

Penyiapan benih

  • Rendam benih pare di air hangat selama 1 jam
  • Angkat dan keringkan
  • Masukkan 1 biji benih kedalam masing-masing polibag
  • Tutup dengan kain

Lakukan penyiraman setiap padi dan sore. Setelah 7 – 10 hari, benih siap pindah tanam

Penyiapan lahan

Tanaman pare akan tumbuh optimal pada lahan gembur dan humus dengan pH tanah 4 – 7. Disamping itu hendaknya menyiapkan lahan sebagai berikut.

  • Buat bedengan setinggi 30 cm dan lebar 120 cm
  • Taburkan campuran pupuk 50 kg phonska, 50 kg TSP/ZA, 200 kg pupuk kandang setiap lahan 20 are
  • Setiap bedengan ditutup mulsa plastik hitam perak
  • Buat lubang tanam jarak 50 – 70 cm di tengah bedengan

Pemasangan ajir rambat atau para-para

Karena pare sifatnya tumbuh merambat, maka dibutuhkan ajir atau para-para agar bisa mendukung tumbuh otimal dari proses budidaya tanaman pare.

tinggi para-para yang baik adalah 2 – 2,5 meter, dan panjang menyesuaikan bedengan yang dibuat. Terdapat dua jenis ajir yang bisa Anda pilih.

1. Lanjaran bedengan

Tipe perambatan ini ditancapkan di atas bedegan saling berhadapan. kelebihannya tidak menghabiskan peralatan lain seperti pita dan bambu dalam jumlah banyak.

Kekurangannya tanaman mudah roboh jika ajir kurang kuat, serta bersifat tidak tahan lama. Biasanya hanya dipakai sekali musim.

2. Lanjaran tiang

Tipe rambatan ini yakni membuat instalasi bentuk tiang di samping bedengan, lalu memasang kawat di ujung tiang dang menghubungkan pada setiap tiang. Kelebihannya tanaman merambat bebas dan tahan terpaan angin serta tidak mudah roboh.

Tipe ini juga dapat digunakan jangka panjang. Kekurangannya yakni biaya terlalu tinggi, sebab dibutuhkan bambu dan kawat serta pita dalam jumlah banyak.

Pindah tanam

Waktu yang paling tepat untuk pindah tanam yaitu Pagi dan sore hari. Umur tanaman setelah semai yaitu 7-10 hari.

Proses pindah tanam dilakukan dengan cara membuat galian di setiap lubang bedengan menggunakan pisau atau alat lain.

Lakukan penyulaman masimal sampai 14 hari setelah pindah tanam. Ini bertujuan agar tanaman pare tumbuh seragam dan tidak rentan terserang penyakit.

Penyiraman

Benih pare yang baru pindah tanam sangat sensitif pada cahaya dan kekeringan. Maka penting untuk melakukan penyiraman.

Ulangi proses penyiraman setiap pagi dan sore hari selama satu minggu pertama. kemudian minggu berikutnya bisa dilakukan di pagi hari saja.

Minggu ke-3 sampai seterusnya bisa dilakukan dengan jarak setiap 5 hari. Proses ini hanya berlaku bila musim kemarau tiba.

Pemupukan susulan

Proses pemupukan susulan dilakukan mulai hari ke-14 setelah pindah tanam (HST). Cara pemberian, jadwal dan dosis untuk 1000 tanaman sebagai berikut:

1. Pemupukan pertama

Pupuk susulan pertama yakni 14 HST dosis 3 kg NPK 16-16-16 + Kalsium 1 kg dengan cara dikocor. Setiap tanaman dikocor 200-400 ml air yang sudah dilarutkan dengan campuran pupuk diatas

2. Pemupukan kedua

Pupuk susulan kedua yakni 25 HST dosis 100 gram NPK untuk daun dan buah + kalsium 500 gram dengan cara disemprot.

3. Pemupukan ketiga

Pupuk susulan ketiga yakni 35 HST dosis 250 gram NPK daun dan buah + 500 gram kalsium dengan cara disemprot

4. Pemupukan keempat

Pupuk susulan keempat yakni 45 HST dosis 5 kg NPK 16-16-16 + kalsium 2 kg dengan cara dikocor. Setiap tanaman dikocor 200-400 ml air.

Pemupukan selanjutnya dapat disesuikan dengan dosis dan tingkat pertumbuhan dari tanaman pare itu sendiri.

Perawatan

Perawatan tanaman pare terbilang mudah dan cepat. Terdapat kelompok perawatan yakni; 1. Penyiangan, 2. perambatan, 3. pengendalian penyakit

1. Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dan bedengan. Gulma dapat mudah dicabut jika menggunakan mulsa plastik.

Caraku.ID tidak menyarankan memakai herbisida dalam mengendalikan gulma. Sebab ini bisa membutuh tanaman pare.

2. Perambatan

Sejak satu minggu setelah pindah tanam, Pare sudah mulai merambat. agar proses perambatan optimal, dibutuhkan bantuan Anda.

Tempatkan setiap cabang pada ajir atau para-para, dan jika percabangan jatuh, atau sulit menempel, cobalah untuk mengikatnya.

Proses perambatan sebaiknya dilakukan setiap minggu, sampai dasar percabangan menempel di para-para.

3. Pengendalian penyakit

Penyakit yang biasa menyerang tanaman pare adalah layu fusarium dan bercak daun oleh jamur cendawan, dan busuk buah oleh lalat buah. Cara terbaik adalah melakukan pengendalian sebelum serangan muncul.

Ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida setiap 5-7 hari sekali, dan penyemprotan insektisida setiap minggu. Busuk buah bisa juga ditangani dengan cara memasang perangkap lalat buah.

Waktu panen

Tanaman pare masuk masa panen umumnya dimulai sejak 45 hari setelah pindah tanam. Lamanya bisa berlangsung 60 hari tergantung cara perawatan.

cara menanam pare

Buah pare dikatakan siap panen apabila permukaan sudah banyak bergerigi, warna mengkilap, dan ukuran besar sudah optimal.

Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari, dengan cara memotong tangkai buah. Masa panen bisa dilakukan 2 kali seminggu.

Produktivitas tanaman pare untuk setiap pohon yaitu 3 – 5 kg. Jadi Anda bisa memprediksi hasil panen berdasarkan jumlah pohon paria yang Anda tanam.

Demikian cara menanam pare dari awal sampai panen dengan hasil melimpah. Jika Anda punya pertanyaan, silahkan cantumkan di kolom komentar.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here