7 Cara Hemat Menanam Semangka Non Biji Hasil Melimpah

0
647
views
Cara menanam semangka non biji hasil melimpah

Caraku.ID Budidaya – Semangka non biji adalah varietas tanaman bernilai ekonomis tinggi dan mudah dibudidayakan. Lokasi tanam yang bisa menyesuaikan tempat memberikan kemudahan tersendiri dalam proses perawatan.

Semangka tanpa biji mempunyai pangsa pasar luas mencakup pasar tradisional dan supermarket. Tidak heran jika harganya tinggi dan dijual dalam satuan kg.

Bagi Anda yang tertarik di bidang perkebunan, tentu sering bertanya ‘bagaimana cara menanam semangka non biji agar hasil panen melimpah’. Oleh sebab itu, Caraku.ID menjelaskan secara rinci langkah demi langkah cara budidaya semangka semangka non biji.

Penyiapan bibit

Bibit semangka bisa diperoleh di toko pertanian terdekat di kota Anda. Jika kesulitan untuk menemukan, silahkan melakukan pemesanan online di situs jual beli terpercaya.
Tidak seperti bibit semangka lainnya, jenis ini membutuhkan penanganan khusus untuk menumbuhkan bibit-nya.

Cara persemaian secara lengkap antara lain sebagai berikut:

  • Siapkan benih semangka non biji dan biji dengan perbandingan 4:1
  • Rendam benih ke dalam wadah berisi air hangat selama 10 jam
  • Tiriskan dan tempatkan di kain kering
  • Lakukan pemecahan ujung benih untuk memudahkan perkecambahan
  • Simpan kedalam wadah tertutup rapat benih yang sudah dipecahkan ujungnya
  • Tunggu sampai kecambah tumbuh, dan pindahkan ke media polibag.

Penyiapan media tanam

Media tanam semangka non biji yang dimaksud disini adalah polibag, yaitu media sebelum pindah tanam. Ini bertujuan agar proses pertumbuhan benih bisa lebih maksimal.

Cara penyiapan media tanam budidaya semangka non biji adalah:

  • Siapkan tanah gembur, polibag (ukuran 6 atau 8), dan pupuk kandang jika ada.
  • Haluskan tanah lalu campur dengan pupuk kandang dengan perbandingan tanah 3: pupuk 1.
  • Isi setiap polibag sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Apabila media sudah siap untuk digunakan, selanjutnya masukkan satu per satu benih semangka non biji yang telah berkecambah pada media tanam. Lalu siram dengan air bersih. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali yaitu pagi dan sore.

Penyiapan lahan pindah tanam

Agar proses pertumbuhan budidaya semangka non biji lebih optimal, disarankan menggunakan mulsa plastik hitam perak pada setiap bedengan.

Cara penyiapan lahan sebagai berikut:

  • Gemburkan lahan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak pakai traktor
  • Buat bedengan lebar 120 cm dan panjang sesuai kebutuhan, dan tinggi 30-50 cm
  • Taburkan bedengan dengan campuran pupuk phonska 15:15:15, pupuk kandang, SP36 dengan perbandingan 50 : 150 : 50 kg setiap 1000 m2.
  • Tutup bedengan dengan mulsa hitam perak dan buat lubang tanam dengan jarak 60 – 80 cm di tengah bedengan.

Proses pindah tanam

Benih semangka siap pindah tanam setelah berumur 8 sampai 10 hari. Sebaiknya lakukan proses tanam di sore hari (jam 3 – 5 sore) untuk menghidari tanaman layu sesaat setelah tanam dilakukan.

Cara pindah tanam yaitu membuat galian kecil di bedengan mulsa yang telah dilubangi. Sebaiknya gunakan alat penggali, dan jangan menggunakan tangan saat menggali lubang bedengan.

Jika siram setiap tanaman dengan air (tanpa campuran pupuk) secukupnya, dan ulangi setiap pagi dan sore hari.

Waktu dan dosis pemupukan

Proses pemupukan semangka dimulai saat tanaman berumur 14 hari setelah pindah tanam. Dan pupuk susulan dilakukan setiap 10 hari sampai panen. Secara umum, pemupukan dilakukan sebanyak 6 kali sampai waktu panen tiba.

Dosis setiap pemupukan semangka non biji sebagai berikut:

  • Pemupukan pertama: 2 kg NPK 16:16:16 untuk 1000 m2 luas tanaman (kocor)
  • Pemupukan kedua: 2 kg NPK + 1 kg Kalsium (kocor)
  • Pemupukan ketiga: 0,5 kg kalsium + pupuk perangsang buah sesuai dosis dengan cara disemprot.
  • Pemupukan keempat: 1 genggam NPK untuk 8 pohon dengan cara ditaburkan di sekeliling batang
  • Pemupukan kelima: 1 kg Kalsium + 4 kg NPK dengan cara dikocor

Perawatan

Merawat tanaman semangka non biji terbilang sangat mudah dan hemat, apalagi jika Anda menggunakan mulsa di setiap bedengan.

1. Penyiangan

Proses penyiangan dilakukan setiap minggu dengan membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar batang, serta pinggir bedengan. Jangan menggunakan herbisida untuk membasmi gulma, sebab akan merusak tanaman semangka.

2. Pencegahan hama dan penyakit

Hama tanaman semangka non biji adalah:

  • Penggerek Daun
  • Kutu Daun (Aphids)
  • Thrips
  • Lalat Buah
  • Ulat Grayak

Lakukan penyemprotan dengan insektisida kontak lambung di hari ke 17 setelah tanam, kemudian diulangi di hari ke 25 dengan insektisida sistemik. Dan mengulangi setiap 7 hari sampai panen tiba.

Penyakit semangka non biji antara lain:

  • Rebah Semai
  • Layu Fusarium
  • Bercak Daun / Antraknosa
  • Busuk Buah

Untuk mencegahnya, bisa menggunakan fungisida 3 hari setelah penyemprotan hama dan mengulangi setiap 7 hari sampai masa panen.

3. Proses penyerbukan

Agar budiaya semangka non biji bisa berbuah, perlu dilakukan penyerbukan dengan jenis semangka biji. Cara mengawinkan semangka non biji dilakukan secara manual dengan cara mengambil bunga semangka biji dan ditempelkan ke bunga non biji.

Waktu mengawinkan semangka yang paling baik adalah jam 7 – 9 pagi. Bunga jantan sebaiknya diambil di sore hari sebelum penyerbukan dimulai.

Umur semangka yang paling tepat dilakukan perkawinan adalah 25 HST samapi 35 HST. Penyerbukan dilakukan pada semua bunga betina.

4. Seleksi Buah

Hanya ada 1-2 buah yang akan dipertahankan sampai masa panen untuk memperoleh ukuran buah yang maksimal. Bakal buah yang dipertahankan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ukuran bulat secara utuh
  • Tidak cacat
  • 1 buah setiap ranting dan cabang utama

Setelah buah tumbuh sebesar tomat, mulailah seleksi dengan mepertahankan 1-2 buah terbaik.

Masa panen

Semangka memasuki masa panen di umur 60 -67 hari setelah tanam. Untuk mengenali buah yang masak dapat dilihat dari perubahan kulit buah semangka. Ciri-ciri semangka siap panen sebagai berikut:

  • Kulit memudar
  • Salur tangkai buah kering
  • Daun mulai mengering

Waktu panen dilakukan pagi dan sore hari dengan cara memetik bersama dengan tangkai. Hasil panen bisa diperoleh 35 – 40 ton/hektar

Perkebunan budidaya semangka non biji sangatlah mudah dan hemat namun hasil panen yang berlimpah. Ini bisa menjadi pilihan para petani, khususnya di dataran rendah. Mulailah melakukan praktek terbaik pertanian semangka non biji.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here